Villa Di Bedugul Dengan Private Pool Serta Pemandangan Yang Indah

pagi di balik bukit di Bedugul, Bali Jalan-jalan berkelok-kelok, menanjak dan menikung tajam. Bangunan bersusun dan berjajar ditengah lembah, menyembul diantara hijaunya vegetasi alam. Ke tempat inilah tim Griya Asri berkunjung dalam suatu tugas peliputan khusus. Begitu tiba di peristirahatan yang memiliki pemandangan birunya danau Bedugul ini, kami diajak berolah raga sejenak menyusuri satu demi satu jalan berundak yang merupakan pola desain yang dibentuk di dalam kompleks peristirahatan berkontur ini.

Salah satu villa di bedugul yang dimiliki oleh keluarga Fenny, menjadi tempat melepas lelah bagi kami. Dalam kunjungan ini, kami juga ditemani oleh Daniel R. Sandjaya, arsitek penggagas dan perencana proyek peristirahatan berciri tropis yang bercampur dengan garis-garis kontemporer dan banyak memakai bahan kayu.

Sambil bersantai, Daniel bercerita bahwa tempat peristirahatan ini adalah proyek pertamanya. Di atas lahan berkontur dengan luas sekitar 8000 m2, dibangun beberapa buah vila yang memiliki lahan parkir dan beberapa ruko di pinggir jalan.

Deretan ruko yang menghadap ke jalan raya dan terletak di lahan yang paling rendah, bisa dikatakan sebagai area “penyangga” (buffer) bagi vila-vila itu karena berfungsi sebagai peredam kebisingan dan polusi. Dari vila-vila yang letaknya di kontur yang lebih tinggi itu dapat ditangkap pemandangan berupa bukit, sawah, hutan dan danau. Pemandangan tersebut, merupakan kebutuhan utama bagi penghuni villa di bedugul untuk mendapatkan kenyamanan visual yang alami dengan private pool

Di antara bangunan vila yang berdampingan rapat “dibelah” oleh jalan setapak berundak yang berawal dari arah area parkir ke halaman belakang yang digunakan untuk kegiatan outdoor. Pintu masuk ke setiap viia, berupa bentuk gerbang setinggi  2 m dengan daun pintu kayu.

Tanaman rambat yang tumbuh di sepanjang sisi bangunan, berfungsi untuk memperlunak kesan keras dari jalan setapak dan dinding beton bangunan. Demikian pula fungsi tanaman pakis monyet yang dikomposisikan dengan pakis kadaka

info villa di bedugul ini , dibangun di atas lahan dengan luas 290 m2 dengan rata-rata luas tiap bangunan 150 m2. Hampir setiap vila dirancang dengan konstruksi sederhana yang memanfaatkan ruang di bawah atap dan dilengkapi dua kamar tidur, dapur serta satu kamar mandi. Ruang untuk berbagai kegiatan keluarga digabung di dalam satu ruang berlantai parket yang diisi oleh beragam furnitur ringan.

Ruang di bawah atap kerap dimanfaatkan untuk ruang bermain anak atau ruang baca. Untuk ruang tidur tambahan pun, ruang di bawah atap ini cukup nyaman dipakai karena ruangan ini cukup disinari oleh cahaya matahari pagi yang masuk melalui kaca transparan. Daniel membentuk kaca transparan ini dengan ukuran cukup besar yang mengikuti bentuk atap.

Dari ruang bawah atap ini, pemandangan hamparan bukit dan gunung dapat dinikmati. Begitu pula bila kita berada di area ruang keluarga, sambil duduk santai kita dapat memandang bebas sosok gunung yang menyuguhkan paduan warna hijau dan biru. Pemandangan indah itu bisa dinikmati melalui dinding kaca pada dua sisi ruang keluarga.

Kini hari sudah menjelang senja. Dari pagi kami betul-betul menikmati pemandangan yang luar biasa eloknya. Setiap sudut villa di bedugul ini sudah kami telusuri dan kami nikmati. Bagi Daniel, proyek ini merupakan perjalanan perdananya berarsitektur. Dalam menciptakan tempat peristirahatan ini, desain yang diterapkan sederhana saja namun kontekstual dengan lingkungan setempat, namun tetap menjadi komitmennya.

daftar villa di bedugul yang satu ini memang cocok sebagai pilihan peristirahatan saat sudah mulai beraktivitas/ liburan di bali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *