Pencahayaan Terhadap Benda-Benda Khusus

Benda koleksi dan benda penunjang interior yang akan ditonjolkan, di dalam ruarg pamer, ruang galeri atau ruang di rumah tinggal, diperlukan teknik pencailayaan khusus. Dalam hal ini yang perlu diperhatikan adaIah jenis bahan baku benda yang akan diberi penerangan, berapa ukurannya, serta efek area yang diinginkan oleh pemilik benda, Tujuan pencahayaan ini tentulah untuk menarik mata pengamat terhadap benda tadi, agar dapai dinikmati bentuknya, warnya, teksturnya dan keindahannya. Tujuan akhir adalah agar 0rang terkesan terhadap benda tersebut karena efek atau suaraila yang ditimbuikan oleh pencahayaan tersebut.

Lampu Untuk Penerangan Dapat Dibagi Atas Tiga Keiompok yaitu lampu fluorescent atau lampu pijar, lampu TL yang biasa disebut lampu neon dan lampu halogen. Yang paling sesuai untuk pencahayaan benda seni adalah jenis lampu halogen yang tidak menghasilkan getaran seperti lampu neon di samping tidak mengubah warna benda yang disinarinya. Lampu halogen sangat peka terhadap kotoran, udara dan gangguan yang lain.

Apabila ada udara kotor atau berdebu, bola lampu dapat berbercak sehingga mengganggu sinarnya. Apabila suhu udara, terlalu dingin atau terlalu panas, lampu mudah putus. Apabila kena sentuhan tangan langsung lampu akan putus. Karena itu untuk mengganti bola lampu lama yang putus dengan lampu yang baru sebaiknya tangan di tutup dengan lap bersih. Bentuk rumah lampu halogen ada yang dichroic, ada yang capsule dan ada pula yang spotlight.

Di samping itu ada pula yang open atau terbuka, adayang closed, atau tertutup, di depan lampu ada penutupnya untuk reflektor untuk meredupkan cahaya dan mengurangi panas lampu. Untuk mendapatkan penerangan yang sesuai dengan kebutuhan hendaknya diketahui terlebih dahulu untuk menerangi apa. Untuk lukisan yang kebanyakan dilukis di atas kain kanvas dengan media cat minyak, atau di atas kertas dengan media cat air yang biasanya diberi pelindung kaca, cukup dengan penerangan lampu halogen 35 Watt.

Untuk benda tekstil cukup dengan 25 Watt agar tidak terlalu panas, untuk patung yang ukurannya agak besar dapat dengan lampu 50 Watt. Memang, di pasaran hanya tiga jenis kekuatan lampu ini yang mudah didapat. Lampu ini mengeluarkan panas yang berguna untuk mengurangi kelembapan, tetapi juga harus dipertimbangkan agar panasnya tidak merusak atau mengganggu objeknya Untuk watt yang lebih besar dibutuhkan armature berupa rumah lampu yang lebih besar.

Di pasaran banyak dijual beraneka jenis desain rumah lampu ini. Desain lampu ini mendapat perhatian para desainer produk karena dianggap dapat mempengaruhi suasana ruang. Untuk pencahayaan karya seni, tidak terlalu diperlukan penanganan khusus untuk armaturnya karena fokusnya adalah benda objek yang disinari. Namun masih ada yang mendesain rumah lampu ini dengan membuat lubang lubang agar  bias sinarnya bermotif dan menyebar, memberikan efek yang dramatis. Lampu khusus untuk menerangi benda seni ada yang ditempel di dinding. ada yang di langit-langit dan ada pula yang menggunakan sistem track. yaitu beberapa lampu diletakkan pada satu tongkat atau satu kabel.

Teknik ini digunakan karena kadang-kadang satu lukisan yang besar membutuhkan beberapa sumber cahaya. Letak Iampu juga mempengaruhi efek terhadap benda seni. Sebaiknya jarak sumber cahaya ini dengan objek yang disorot tidak kurang dari 60 cm- Untuk rnenerangi lukisan di pameran, kadang-kadang diperlukan bagian tertentu sebagai fokus, bergantung pada permlntaan pelukisnya. Dengan penyinaran yang tepat, diharapkan benda-benda yang dipamerkan terlihat lebih indah dan lebih menarik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *