Kreasi Dinding Rumah Dengan Batu Alam Minimalis

Nun jauh di sana, puncak Gunung Salak menyembul malu-malu di bentangan bumi Parahiyangan. Lukisan alam yang indah dan langka itu, melatari sejumlah bangunan yang betebaran di hamparan bukit. Di salah satu lahan berkontur setinggi 15 meter, tampak rumah milik Till dan Melly Freyer yang kali ini menjadi tujuan liputan kami.

Di suatu pagi ketika cuaca sedikit berawan, tim kami tiba di rumah yang selintas memiliki ciri-ciri bangunan resor. Sosok sekumpulan massa yang ditata simetris, menjulang di antara lekukan kontur tapak tempat bangunan itu berdiri.

Menyusuri tiap sudut rumah Till, seorang pengusaha garmen berkebangsaan Jerman, bagaikan menapaki jejak alam yang muncul dari susunan rumah dengan batu paras Bali jenis sileh karang yang sebagian besar dipasang di dinding luar bangunan. Sambil membawa kami berkeliling, Till bercerita bahwa ia sangat menginginkan sebuah rumah yang dapat membawa ketenangan hidup bagi keluarganya setelah selama 32 tahun menetap di Hongkong yang terkenal ramai dan hiruk pikuk Akhirnya Till dan Melly sepakat pindah ke Bogor untuk dapat menghirup lebih banyak udara bersih dan segar, Jadi di buatlah desain rumah dengan batu alam yang menjadi ciri khas rumah bali kontemporer.

Pilihan tempat tinggal mereka jatuh di area berkontur ini yang berjarak 50 km dari Jakarta. Di tengah-tengah obrolan dengan Tiil yang ramah, pandangan kami tertumbuk pada batu salagedang yang menjadi pusat karakter bahan rumah dengan batu alam diantara bahan alam lain yang dipakai untuk mencipatkan kesan minimalis pada rumah

dinding rumah dengan batu alam yang bermotif¬† atau disebut Salagedang ini ditata acak yang lazim disebut susun sirih dan membentuk beberapa bidang . Karakter unik yang timbul dari dinding susun sirih itu, menambah “kekuatan” bagi kesatuan komposisi bahan alam yang terekspos. Hal tersebut adalah suatu upaya untuk menyeimbangkan arsitektur dan interior rumah dengan batu alam dan ¬†lingkungannya.

ltulah yang diterapkan oleh dua orang arsitek Dedi Kusnadi dan Terry Armand, penggagas ide rancangan rumah bergaya Bali kontemporer milik Till dan Melly. Bermula dari keinginan Till untuk dapat merasakan sepenuhnya sentuhan alam seperti sinar matahari dan udara segar, maka

Dedi dan Terry membuat bukaan-bukaan berupa sejumlah pintu dan jendela berjajar pada setiap ruang di samping membuat jalusi-jalusi. Bahan kayu merupakan materi utama yang paling banyak diekspos karena bahan ini memberikan rasa nyaman dan aura menenangkan. Salah satu bahan kayu yang dipakai ialah kayu kelapa. Kayu kelapa yang terkenal kuat dan tahan lama, dirancang sebagai kolom struktur yang tampil natural.

Ruang wantilan menjadi pusat berbagai kegiatan sehari-hari seperti tempat menerima tamu, tempat berkumpul, tempat menonton televisi,dan tempat ruang kerja. Berbagai kegiatan tersebut seakan-akan terpusat di dalam ruang wantilan yang memiliki akses langsung ke kolam renang dan lapangan golf di beranda belakang. Bahan furnitur untuk berbagai kegiatan ini, tidak membedakan prioritas jenis kegiatan dan sifat kegiatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *