Konstruksi Model Carport Minimalis Berlogika Agar Sempurna

Tak sesulit yang dibayangkan saat merancang sebuah desain carport minimalis. Seperti manusia, susunan tubuh carport pun harus terstruktur sesuai logika. sekilas, susunan tubuh manusia begitu rumit dan membingungkan. Satu jaringan dapat berhubungan dengan jaringan lain dan saling tumpang tindih. Sebenarnya, jika diurai, struktur jaringan tubuh manusia tersusun berdasar logika.

Secara garis besar, tubuh manusia dibagi atas 3 bagian utama, yaitu kepala, badan, dan kaki. Walaupun fungsinya tak sepenuhnya serupa, namun logika pembagian berupa kepala, badan, dan kaki juga dapat diterapkan untuk memudahkan merancang konstruksi sebuah model carport rumah minimalis. Penutup dan rangka atap termasuk dalam bagian “kepala”. Bagian “badan” atau rangka adalah kolom dan balok. Sedangkan lantai dan pondasi kemudian disebut sebagai “kaki”.

Kepala: Penutup dan Rangka Atap

model carport minimalisMerancang tidak melulu berkutat pada desain bentuk dan warna, khususnya merancang konstruksi dan struktur. Pembebanan yang terselesaikan dengan benar akan membuatnya berfungsi optimal. Berbeda dengan proses pembangunan yang dimulai dari pondasi, merancang konstruksi dan struktur sebaiknya dimulai dari atas, yaitu penutup dan rangka atap.

Penutup atap yang baik harus dapat melindungi ruang di bawahnya, khususnya terhadap hujan dan panas. Jika fungsi utama sudah terpenuhi, ada baiknya mempelajari kelebihan-kelebihan lain, misalnya dari jenis materialnya. Beberapa model atap carport minimalis menawarkan hal tersebut, misalnya atap polikarbonat yang ringan, kaca yang tembus cahaya, dan fiber cement yang ekonomis.

Setelah penutup atap, bagian “kepala” berikutnya adalah rangka atap. Pemilihan rangka atap tidak lepas dari jenis penutuP atapnya. Untuk penutup atap beton bertulang, seluruh permukaan atap dicor dan sebaiknya juga didukung oleh balok beton. Lain halnya dengan penutup atap polikarbonat dan fiber, dapat didukung oleh besi hollow atau kayu. Sedangkan untuk penutuP atap genting dan asbes, dapat didukung oleh kayu.

Badan: Balok dan Kolom

Yang termasuk dalam “badan” adalah struktur balok dan kolom. Balok adalah bagian struktur yang horizontal, sedangkan kolom adalah struktur vertikal. Fungsi balok adalah menopang langsung struktur atap dan menjadikan beban atap menjadi beban merata. Sedangkan fungsi kolom adalah menopang balok, mengubah beban merata pada balok menjadi beban titik, kemudian meneruskannya ke pondasi.

Jumlah dan ukuran balok dan koiom dihitung berdasarkan beban yang diterimanya. Untuk struktur beton bertulang, struktur yang diperlukan adalah balok dan kolom beton bertulang berjarak 3 m dengan ketebalan 10 cm. Karena bobotnya lebih ringan, polikarbonat, fiber, dan asbes juga dapat ditopang dengan struktur kayu dan besi hollow dengan jarak antarbalok + 60 cm dan overlop t 30cm. Bedanya, peletakan paku pada asbes yaitu di gelombang naiknya dengan paku payung agar air hujan tidak merembes.

desain carport minimalisUkuran dan jarak antarkolom tergantung pada beban atap dan balok yang harus ditopang. Untuk beban yang tidak terlalu besar, cukup menggunakan kolom dengan kekuatan yang setara dengan kolom beton dimensi 15/5 dengan jarak maksimal 3 m. Namun jika menggunakan balok dari besi hollow dan material penutupnya ringan, jarak antarkolom dapat lebih dari 3 m.

Kaki: Lantai dan Pondasi

Untuk dapat berdiri tegak, kekuatan struktur “kaki” menjadi kuncinya. Struktur yang dimaksud adalah pondasi. Fungsi utamanya adalah menopang beban yang diterima Iantai dan mengubah beban titik yang berasal dari kolom menjadi beban merata kemudian menyalurkannya ke tanah.

Besarnya volume dan bentuk pondasi bergantung pada keseluruhan berat struktur di atasnya dan daya dukung tanah. Carport dengan konstruksi yang sederhana didukung dengan daya dukung tanah yang baik, yaitu tanah pekarangan, cukup didukung dengan pondasi rollag.

Pondasi rollag adalah pondasi yang terbuat dari jajaran batu bata yang disusun berdiri (sisi 24 cm x 12 cm berada di permukaan) dan didukung dengan pasangan batu kali berbentuk trapesium atau balok memanjang sedalam 50 cm. Pondasi ini wajib ada pada sekeliling carport, di bawah kolom, dan di tempat pijakan mobil berada.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *