Desain Rumah Sederhana 2 Lantai Minimalis Ukuran 6×12 Type 36

Sebuah hunian tidak hanya sekadar tempat trnggal tetapi luga merupakan ekspresi gaya hidup masa kini. desain rumah sederhana 2 lantai, dengan suasana alami dan santai, menjadi salah satu obsesi keluarga muda yang mobile dan serba praktis. Dengan dukungan teknologi komunikasi dan internet, penghuni akan dapat mengakomodasi semua aktivitas, termasuk urusan bisnis.

Hal ini menjadi nilai lebih yang diaplikasikan pada desain rumah sederhana 2 lantai ukuran 6×12, yang terletak di perumahan rancamaya Bogor. Rumah dua lantai dengan luas bangunan 238 m2 ini, terletak di kawasan pegunungan Salak, yang memiliki pemandangan indah dan udara segar. Kondisi lingkungan resor tersebut menjadi nilai tambah dari rumah tinggal ini, sehingga hunian ini bukan hanya sekadar tempat tetirah.

Dllihat sepintas, wujud hunian berkesan simpel dan terbuka, dengan ruang-ruang berbentuk boks, atap model pelana dan kombinasr lendela kaca transparan dengan dinding masif. massa tiap ruangan dirancang “tipis” dengan lebar 3 hingga 6 m dan memiliki banyak bukaan ke arah luar, sehingga memaksimalkan penerangan alami dan s rkulasi udara segar di dalam rumah, serta pemandangan luar yang alami.

Komposisi massa bangunan tersebut menonjolkan kesederhanaan bentuk dan menghasilkan kualitas ruang yang memadai, bukan h asan dekoratrf yang rumit. Detail arsitektur berbentuk geometris berupa variasi garis dengan bidang, mendominasi tarnpak muka hunian, lni terlihat pada garis-garis vertikal kusen lendela dan railinglangEa, serta garis-garis horizonta dari susun sirih batu alam tempel pada dinding luar.

Karakter desain rumah sederhana 2 lantai minimalis ini menegaskan kesan hunian modern, yang merupakan rancangan tim konsultan arsitektur yang dipimpin Jeffry Budiman. Beberapa detail konstruktif yang fungsional dan simpel, misalnya “lubang cahaya” pada dinding muka, menjadi aksen unik pada hunian. Detail tersebut berupa deretan jendela kaca tanpa kusen berbentuk persegi panjang, yang dibuat pada dinding untuk memasukkan cahaya alami.

Menurut salah seorang anggota tim, Zenin Adrian, bentuk “lubang cahaya” ini proporsional terhadap deretan jendela dan pintu kaca, seperti yang terlihat pada dinding luar dapur dan area servis dekat teras depan. Detail ini juga dibuat pada dinding luar area tangga dan berbentuk skylight pada langit-langit area tersebut. Selain itu, pergola kayu dan teritis beton yang simpel juga mengantisipasi iklim kawasan yang sering hujan.

Rancangan fisik bangunan ini juga disesuaikan dengan kondisi lahan yang berkontur, dengan merancang tangga berjenjang yang mengantar orang ke teras depan dan pintu masuk bangunan. Posisi tapak bangunan yang lebih tinggi dari jalan, memaksimalkan pemandangan ke arah Iuar. Jendela dan pintu kaca, teras serta balkon pada hunian juga seolah-olah “membawa alam luar ke dalam hunian”, sekaligus memanfaatkan potensi lingkungan alam di perumahan bergaya resor ini.

“Penataan ruang dalam desain rumah sederhana 2 lantai ini mengacu pada organisasi rumah tinggal dengan tiga kamar tidur. Lantai dasar hunian diisi ruang yang bersifat umum seperti ruang keluarga, ruang makan dan area servis. Ruangan tersebut dirancang tanpa dinding sekat agar berkesan luas dan fleksibel untuk menata perabot dan dalam hunian”, demikian tutur tim desainer interior Joke R. Sunarja dan Suyin Pramono.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *