Desain Rumah Kolonial Minimalis Satu Lantai Dan Dua Lantai

Desain Rumah Kolonial – Masa kolonial di Indonesia dapat dikaitkan dengan masa penindasan. Walaupun kenangan ini sangat pahit, namun dari dari sisi lain terdapat hal yang positif berupa adanya warisan kolonial, mulai dari gaya hidup, kuliner dan arsitektur, khususnya bangunan bergaya colonial yang masih banyak terdapat di Indonesia.

Mengingat kembali ke masa lampau sekitar tahun 1940-an, di Jakarta marak dibangun rumah-rumah bergaya neoklasik lndis. Elemen arsitektur bergaya Palladian yang megah menjadi penanda keunggulan desain rumah colonial bangunan perumahan dan perkantoran zaman itu. Gaya ini masih ditemukan di sejumlah rumah dan perkantoran di Jakarta, terutama di kawasan Kota dan Jakarta Pusat, meskipun jumlahnya semakin sedikit.

Peninggalan ini perlu dilestarikan sebagai pengimbang karya arsitektur di lndonesia yang kini semakin dilanda gaya internasional yang monoton, Setelah Perang Dunia ll, perumahan di Jakarta tidak mencukupi lagi sehingga harus disiasati Pemerintah kolonial dengan membagi satu rumah untuk dipergunakan oleh dua kepala keluarga. Kebijakan inilah yang diberlakukan terhadap sebuah rumah di kawasan Menteng, Jakarta, yang didesain dengan gaya lndies pada tahun 1938.

Desain rumah seperti itu kini dianggap tidak lagi rremenuhi kebutuhan. Contohnya kamar mandi yang ditempatkan terpisah dari rumah induk justru menghambat aktivitas keseharian para penghuni. Demikian pula pembagian ruangan-ruangan rumah yang tidak efisien dengan ukuran yang tidak proporsional sehingga pencahayaan dan ven lilas rya kurarg bagus, Desainer Ted Sullsto dipercayar pemilik rumah untuk merintis kembali gaya glamor era Hindia Belanda tersebut dengan memasukkan fungsi-fungsi mutakhir dalam interior rumah itu, Ted berkata: “Saya ingin membawa kembali nuansa desain rumah kolonial satu lantai asli dan glamor rumah kuno tu, Pada saat bersamaan saya mencoba merintis suatu tema setting untuk seorang yang selalu dalam perajanan saat diwawancarai Griya Asri.

Pada kesempatan itu tim Hakfoort, desainer pencahayaan menambahkan, “Suasananya harus diupayakan dengan efek pencahayaan yang tepat dan lampu dekornya kami ambiI yang mempunyai gaya art deco untuk dipadukan pada interiornyal’ Kela sama antara arsrtek dan desainer pencahayaan kondang ini membuahkan gaya yang orisinil dan luar perkiraan. Keserasian¬† antara perabot yang Bernuansa klasik Eropa dan asia Memeberi nilai baru terhadap konsep desain rumah kolonial minimalis.

Permainan kontras dari terang ke gelap dljadikan kiat untuk menampiikan perabot rumah yang sebagian besar diambil dari koleksi pemilik rumah. Kepekaan dan keberanian meleburkan berbagai bentuk, tekstur dan warna perabot rumah tersebut menghasilkan suasana baru yang terinspirasi gaya tahun 1 940-an.

Konsep ini merupakan langkah mendefinisikan ulang konsep ekstra vagan rumah bergaya lndies. Di dalam bangunan, foyer dengan mela resepsi menawarkan paratamu untuk selenak menikmaii suasana kolonial, sentuhan artistic dan nuansa warna yang kontras. Keserasian antara perabot yang bernuansa klasik Eropa dan Asia memberi nilai baru terhadap konsep East meets West. \Narna coklat pada kayu dengan unsur putih pada tembok dan bahan perabot berwarna coklat muda serta.

permainan warna merah yang menjadi aksen pada rumah lni tampak menjembatani konsep desain rumah kolonial 2 lantai tersebut. “Mempertahankan kesederhanaan dan menggunakan warna yang tepat adalah kunci dari kesuksesan di tambah Ted, Contohnya, lounge di lantai dua menerapkan konsep ruangan perpustakaan yang terinspirasi gaya hidup zaman Belanda sehingga tampil elegan. Desain aksesori dan perabot bergaya art deco, oriental, klasik dan modern semua melebur secara dinamis Melestarikan dan mengembangkan arsitektur masa lampau yang drmeriahkan dengan kemegahan visual yang kaya elemen tekstur, warna dan bentuk sungguh suatu kiat yang patut diacungi jempol.

Perhatikan kondisi ruangan seperti pencahayaan dan luasannya agar dapat menentukan bagaimana menempatkan perabot dengan tepat dan manis. Saran pertama adalah memilih perabot dengan palet warna yang minim, lalu komposisikan dengan pedoman keep it simple, Contohnya pada ruang tamu dipilih empat warna inti yaitu broken white, tektur kayu gelap dengan dua warna aksen merah dan biru sehingga secara keseluruhan komposisinya terasa ringan, Penggunaan elemen pembatas dengan tekstur suede berwarna ungu menambah bobot tanpa perlu mengecat dinding ruangan lagi.

Dari kebutuhan lampu pilihlah desain yang sesuai. Rumah tinggal ini misalnya, memilih gaya art deco. Pada sudut ruangan terdapat komposisi dekorasi display berupa pedestal pot bunga yang dimeriahkan dengan lis panel kayu di tembok. Komposisi asimetris yang ditampilkan sudut display ini ringan namun setiap garis terlihat jelas sedangkan nuansa yang dihasilkan adalah kontras.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *