Desain Kursi Sofa Antik Minimalis Modern

Anda mungkin menyukai bentuk produk dan bahan produk yang diperagakan pada sebuah etalase galeri. Namun Anda tidak menyadari bahwa furnitur tersebut merupakan karya arsitek terkenal atau karya desainer interior ternama. Padahal konsep furnitur tersebut mungkin merupakan tonggak penting dalam sejarah desain maupun teknologi di dunia.

Griya Asrikali ini akan mengupas ciri khas desain furnitur tingkat internasional dan sekilas mengenal perancangnya. Hampir semua furnitur pilihan, baik kursi, sofa maupun meja, telah menjadi adi karya abadi (timeless master piece). Sebagai salah satu tonggak sejarah furnitur modern klasik, Anda mungkin langsung mengenali desain kursi antik berlengan dengan kerangka menerus dari bahan baja berbentuk pipa (continuous tubular steel) dan kombinasi kanvas berwarna hitam pada halaman Griya Asri ini.

desain kursi sofa yang merupakan karya arsitek Marcel Breuer ini pertama kali dirancang pada tahun 1925 dan dikenal dengan nama wassilly chair. Sebagai arsitek yang menguasai furniture craftmenship, Breuer selalu menampilkan desain kursi  dengan penegasan bentuk dan struktur furnitur yang simpel, dominasi garis-garis vertikal dan horizontal geometris serta bebas dari ornamen.

Wassily chair ini termasuk generasi pertama dari furnitur yang menggunakan material baja dan aplikasi konstruksi kantilever pada kaki kursi. Penerapan teknologi ini menyebabkan beban kursi ditersukan pada sepasang kaki, jadi bukan pada empat buah kaki kursi.

Selain itu, setiap desain kursi tampil ramping yang mencerminkan pengaruh industri yang sedang jaya pada masa itu. Lapisan krom pada pipa baja menambah kesan desain kursi  modern pada penampilan tersebut. Dalam perkembangan selanjutnya, kursi tersebut diproduksi secara massal dengan revisi desain di sana-sini. Berikutnya adalah desain kursi sofa tunggal dengan dudukan dan sandaran yang empuk dan besar serta dilapisi kulit berwarna hitam, yang dikenal dengan nama grand comfort.

Sofa yang merupakan karya arsitek Le Corbusier di tahun 1927 ini juga menerapkan kerangka menerus dari bahan baja berbentuk pipa sebagai struktur utamanya. Keunggulan desain ini adalah produknya mengacu pada ergonomi manusia dan kebiasaan pemakaianya sehingga fungsional dan memberikan kenyamanan maksimal. Maka dengan mendapat kenyamanan dan desain kursi yang modern sangat cocok di terapkan untuk kursi tamu minimalis modern.

Sofa ini diproduksi dalam dua versi ukuran yaitu untuk lelaki dan untuk perempuan. Sang perancang membuat desain kursi sofa dengan ukuran yang lebih sempit untuk lelaki karena postur duduk lelaki lebih tegak dan kedua kakinya rapat, sedangkan desain kursi sofa untuk perempuan dirancang lebih lebar. Prototipe sofa ini dilengkapi oleh mekanisme per yang dipasang pada kaki belakangnya.

lnovasi ini semakin menambah kenyamanan saat pemakainya bersandar ke arah belakang sofa. Pada produksi selanjutnya, modul sofa tunggal ini dikembangkan untuk sofa ukuran dua atau tiga orang. Dalam aplikasinya Anda dapat memadupadankan sofa ini dengan sofa lain seperti pada gambar di halaman ini. Sedikit berbeda dengan model furnitur lainnya, kursi tanpa lengan karya Ludwig Mies van der Rohe memiliki keunikan berupa struktur kaki dari bahan besi pelat (platted steel bars) dengan bentuk menyilang.

Selanjutnya desain kursi yang bernama barcelona chair ini mempunyai motif kotak-kotak pada dudukan dan sandaran kursi, bahan pelapis dari kulit berwarna putih atau hitam dan kadang-kadang diberi hiasan kancing. Furnitur ini juga dilengkapi dengan sandaran kaki (stool) dan ditata secara berpasangan. Motif kotak-kotak kursi ini ditemui pada sofa karya Josef Hoffman. Kursi tanpa lengan ini pertama kali dirancang oleh Van der Rohe untuk mengisi paviliun Jerman dalam pameran internasional Deutscher Werkbund Pavilion di Barcelona tahun 1929 dan diikutsertakan lagi di pameran lain pada tahun-tahun berikutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *