Desain Hotel Minimalis Bintang 5 Di Jakarta

Desain Hotel – Jakarta,1965. Jalan Mahakam dan sekitarnya pada tahun itu masih terlihat lengang dan padat dengan rumah-rumah bergaya art deco yang beberapa di antaranya berciri khas rumah jengki. Resto, kafe dan sentra-sentra niaga lainnya belum banyak terdapat ketika itu. Salah satu bangunan niaga yang ada pada waktu itu adalah apotek, tempat keluarga dr.Kahar Tjandra bermukim dan berbisnis.

Setelah melewati beberapa tahun menjadi pelaku bisnis, Pak Tjandra berpikir untuk memperluas usahanya. Maka, dibelilah dua kavling di sebelah apoteknya yang dihuni bersama keluarga. Tidak terasa bisnisnya berkembang pesat dan tahap demi tahap sebanyak tujuh rumah dibelinya lagi. Area itu kemudian dijadikan tempat laboratorium dan money changer di jakarta

Sekitar tahun 1995, kawasan bisnis Pak Tjandra tersebut dipindahkan dan disatukan di dalam satu bangunan berlantai empat. Lahan lama yang telah kosong itu oleh Pak Tjandra dipikirkan untuk kemungkinan membangun sebuah bisnis, salah satunya dalah hotel. Hotel yang di kelola pak djaja ini juga menerapkan desain hotel yang ada di jakarta pada umumnya.

Lalu Richard Dalrymple (alm) yang akrab dipanggil Randy dan tim dari PAI dipilih untuk membuat desain hotel berdasarkan visi PakTjandra. Setelah Randy tidak bergabung lagi dengan PAl, Randy meneruskan rancangan hotel dibawah nama perusahaannya sendiri pada waktu itu. Akhirnya di atas lahan 2700 m2, berdirilah Hotel Sofitel Gran Mahakam berbasis hotel bisnis.

Letaknya yang berada di kawasan bisnis, memperkuat keberadaan desain hotel bintang 5 ini sebagai hotel bisnis. Hotel Sofitel pertama di lndonesia ini dibuka untuk umum pada tanggal 14 Februari 1998. Jika bertandang ke sini, tamu akan merasa seperti berada di rumah sendiri karena menerapkan sistem pelayanan pribadi. Hal ini diperlukan karena jarak antara ruang satu dan ruang lainnya sangat berdekatan yang disebabkan keterbatasan lahan, sehingga desain hotel di buat senyaman mungkin.

Sang pemilik juga menerapkan desain hotel minimalis pada rancangannya, karena di nilai dapat menimbulkan suasana hangat bagi para tamu yang datang. Meskipun begitu, hotel ini tetap menjaga privasi tamu yang menginap. Kebijakan ini diberlakukan agar tamu betul-betul mendapatkan pelayanan yang prima. Ketika tamu turun dari mobil, mereka disambut dengan senyum oleh para guesf relation officer yang berdiri di pintu utama  dengan berpakaian rapi dan chic.

Petugas hotel ini mengantarkan tamu menuju resepsionis atau mengantarkan ke ruang lain yang dituju. Melihat desain hotel skala bangunannya yang tidak terlalu besar, sangatlah surprise jika ruang-ruang di dalam hotel mampu menampung semua fungsi sebuah hotel bisnis. Tiap-tiap ruang memiliki ukuran luas yang memadai. Tidak ada satu jengkal pun ruang yang luput untuk “diolah” sehingga desain hotel minimalis ini terlihat efisien dan praktis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *