Desain atap carport dari kaca – Si Bening Kaca Tembus Pandang

Kebeningan kaca akan membawa pandangan menembus ke langit. Sensasi ini sulit digantikan material lain. selama ini mata kita diakrabkan dengan pemandangan kaca sebagai material untuk daun jendela. Tapi desain memang tidak kenal lelah mencari variasi. Orang pun tidak akan berhenti menggali potensi material, Kini kaca dipakai juga untuk bahan penutup atap carport. Memang, kaca belum setenar polikarbonat sebagai penutup atap carport. Tapi dalam 2-3 tahun terakhir, mulai banyak rumah-rumah yang memilih material ini.

Beningnya yang Dicari

Ciri khas kaca adatah transparan. Sekalipun ada kaca berwarna, ia tetaplah menjadi material yang akan meneruskan cahaya dan tidak membutakan pandangan. Biasanya, kaca dipilih sebagai penutup carport dengan dua alasan. Pertama, tampilannya yang modern. Kedua, supaya area carport tidak menjadi gelap. Bahkan bila seluruh atap carport menggunakan kaca, atap ini bisa menjadi seolah-olah tidak ada. Ketransparanan ini membuat fasad rumah tetap dapat menonjol tanpa mengorbankan perlindungan terhadap mobil.

Kombinasi dengan Bahan lain

Dalam pengaplikasiannya, kaca seringkali membutuhkan pendamping. Entah itu untuk mengimbangi ketransparanannya dalam rangka menonjolkan keindahannya, entah untuk memberikan keamanan, karena kaca termasuk material rapuh yang rentan pecah. Maka orang pun memadukannya dengan bahan lain, mulai dari beton, kayu, sampai polikarbonat.

Kombinasi ini bisa dilakukan dengan berbagai cara, misalnya saja, membuat pola kotak- kotak berseling antara beton dan kaca, atau bisa juga hanya mengaplikasikan kaca di bagian tengah atap, sekadar untuk mendapatkan terang. Atau bila kaca digunakan untuk menutupi seluruh atap carport, material lain digunakan pada rangka atau kolomnya. Kombinasi dengan besi membuat kaca terkesan kuat dan cocok untuk rumah modern, sedangkan kombinasi dengan kayu membuat kaca terlihat lebih natural, cocok untuk rumah bergaya tropis modern.

Kaca Tempered

Pada dasarnya kaca adalah material yang mudah pecah. Bila digunakan untuk atap carport yang posisinya ada di atas mobil dan di atas kepala manusia, ia tampak menjadi tidak aman. Mungkin akan muncul kekhawatiran bahwa bila pecah, pecahannya bisa melukai, baik orang maupun mobil. Untuk mencegah haI ini, sebagai penutup atap carport digunakan kaca tempered Kaca tempered adalah kaca yang biasa digunakan untuk kaca jendela mobil Kaca ini memiliki lapisan film yang menempeI di seturuh permukaannya.

Bila pecah, ia tidak menjadi “patahan” seperti yang terjadi pada kaca jendela rumah. Bila terbentur-tidak terlalu keras, kaca tempered akan retak, tapi tetap berada di tempatnya. Sedangkan bila terkena benturan keras (misalnya kejatuhan sebuah benda keras yang besar), ia akan pecah menjadi serpihan halus (bukan patahan besar). Serpihan ini tidak akan rontok, melainkan tetap menempel di lembaran film, sehingga tidak akan mencederai orang yang ada di bawahnya.

Ketebalan yang Aman

 

Sebagai penutup atap carport, ada ketebalan yang disyaratkan untuk kaca. Penyedia jasa pembuatan carport biasanya memberikan pilihan mulai dari 80 mm, tapi yang umum digunakan adalah ketebalan 100 mm (t cm) Ketebalan lO0 mm bisa diaplikasikan dalam bentuk kaca lembaran yang menutupi seluruh atap carport (misalnya ukuran 3 m x 5 m). Untuk penggunaan kaca yang diselingi dengan beton, misalnya, selama bentangannya mencapai 3 m (sekalipun Iebarnya kecil), tetap dibutuhkan ketebalan 100 mm. Kecuali untuk aplikasi bidang kecil, misalnya kaca hanya mengisi ruang-ruang persegi ukuran kecil (di bawah 1 m), bisa digunakan ketebalan 😯 mm.

Kaca vs Polikarbonat

Banyak orang memilih bahan kaca untuk penutup atap carport karena ingin tampil berbeda dari rumah kebanyakan. Ini karena bahan polikarbonat begitu banyak digunakan, sehingga seperti tidak memiliki keistimewaan lagi. Namun sebenarnya, apa plus dan minus kedua bahan ini bila dibandingkan? Bila dilihat dari transparannya, jelas kaca menjadi pemenangnya.

Kaca bening benar-benar memberikan pandangan luas, entah pandangan ke pepohonan yang ada di sekeliling, atau pandangan ke langit. Kaca bening juga tidak menghalangi sinar matahari, sehingga area carport bisa benar- benar benderang pada siang hari. Kelemahannya, kaca-sekalipun kaca tempered- tidak dirancang secara khusus untuk penutup atap carport.

Ia tidak memiliki lapisan antisinar ultra violet (UV), sehingga sinar matahari yang menerpanya akan diteruskan ke bawah. Sinar matahari yang keras ini membuat area carport menjadi panas dan bisa merusak lapisan cat mobil. Memang kita bisa memberikan lapisan fllm pelindung pada kaca-seperti pada kaca mobil-tapi ini akan berefek pada tingginya biaya.

Kaca tanpa film pun harganya sudah relatif lebih tinggi dibandingkan polikarbonat. Berbeda dengan polikarbonat. Polikarbonat juga diaplikasikan pada banyak benda-bahkan konon ada kacamata yang terbuat dari material ini-tapi ada polikarbonat yang memang dirancang untuk penutup atap atau kanopi. Polikarbonat khusus untuk atap ini sudah dilengkapi Iapisan antiultra violet, sehingga perlindungan terhadap mobil yang disimpan di bawahnya menjadi lebih maksimal.

Karena sejatinya fungsi carport adalah untuk melindungi kendaraan. Untuk amannya, bila memang ingin mengejar keindahan dan sensasi yang hanya dimiliki kaca, cobalah kombinasikan dengan bahan lain. Setidaknya ini akan mengurangi sinar UV yang menyerang mobil kita. Karena biar bagaimanapun, nilai keindahan kaca sulit ditandingi oleh material lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *