Cara Mengurus IMB (Izin Mendirikan Bangunan) Dengan Benar dan Tepat

Cara mengurus imb – Dengan memiliki IMB, bangunan memiliki kepastian hukum atas kela- yakan, kenyamanan, dan keamanan sesuai fungsinya. IMB tidak hanya diperlukan untuk mendirikan bangunan baru. Untuk membongkar, merenovasi, menambah, mengubah, atau memperbaiki dengan mengubah bentuk atau struktur bangunan, IMB tetap diperlukan. IMB dikeluarkan oleh pemerintah daerah setempat. Pengurusannya bisa dimulai dari tingkat kelurahan, kecamatan, hingga kabupaten atau kotamadya. IMB diperlukan dengan tujuan untuk menjaga ketertiban, keselarasan, kenyamanan, dan keamanan dari bangunan itu sendiri terhadap penghuninya maupun terhadap lingkungan Sekitarnya.

Dengan memiliki IMB, bangunan memiliki kepastian hukum atas ke- layakan, kenyamanan, dan keamanan sesuai fungsinya. Di samping itu, IMB diperlukan dalam mengajukan kredit bank, misalnya untuk renovasi, jami- nan pinjaman bank, izin usaha, men- jual kembali, dan untuk disewakan. Dalam pengurusan IMB, diperlukan pengetahuan akan peraturan yang telah disinggung di awal tulisan. Dengan demikian, dalam mengajukan IMB, informasi mengenai peraturan tersebut sebaiknya sudah bisa didapatkan sebelum pembuatan gambar kerja arsitektur untuk pengajuan IMB.

Persiapan Pengurusan Untuk mengajukan IMB, diperlukan dokumen-dokumen sebagai prasyarat kelengkapannya. Secara umum, dokumen yang diperlukan adalah :

– formulir permohonan IMB, yang bisa diminta di instansi tersebut sebelumnya

– fotokopi KTP pemilik dan/atau pengurus

– surat kuasa, apabila yang mengurus adalah pihak ketiga atau kontraktor pelaksana

– fotokopi bukti pelunasan PBB terakhir

– fotokopi bukti kepemilikan tanah yang sah (akta jual beli/sertifikat hak)

– gambar arsitektur berikut gambar situasinya; untuk daerah tertentu seperti DKI Jakarta, gambar harus dibuat oleh arsitek yang telah memiliki SIBP (Surat Izin Bekerja Perencana).

Oleh petugas yang bersangkutan, kelengkapan dokumen tersebut akan diperiksa. Gambar arsitektur akan diperiksa apakah sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku atau belum. Apabila tidak sesuai, gambar harus diperbaiki kembali sesuai dengan koreksi yang akan diberikan oleh petugas tersebut.

Cara Mengurus IMB dan Proses Pengurusannya

Tahapan proses pengurusan IMB dapat dilihat dalam skema berikut.
Secara prinsip, apabila dokumen yang diajukan sudah lengkap, lima hari sampai satu minggu kemudian akan diterbitkan IP (Izin Pembangunan atau Izin Prinsip). Dengan memegang IP, kita sudah bisa mulai membangun, sambil menunggu lMB yang akan keluar 20-30 hari kemudian. Selama pelaksanaan pembangunan, petugas pemerintah daerah akan melakukan kontrol berkala ke lapangan dan mengevaluasi apakah pekerjaan masih sesuai dengan gambar atau tidak. IMB memiliki masa berlaku satu tahun. Apabila dalam kurun waktu satu tahun pembangunan belum selesai, pemilik atau pelaksana harus mengajukan permohonan perpanjangan IMB.

Namun, apabila dalam tahun berikutnya masih juga belum selesai, pemilik atau pengurus harus mengajukan permohonan pembuatan lMB baru. Setelah bangunan selesai, masih ada surat yang diperlukan, yaitu IPB (Izin Penggunaan Bangunan). Seperti halnya IMB, IPB juga memiliki masa berlaku terbatas, yaitu 10 tahun untuk rumah tinggal dan 5 tahun untuk bangunan nonhunian. Setelah IPB habis masa berlakunya, pemilik rumah harus mengajukan Permohonan Kelayakan Menggunakan Bangunan (PKMB). Dalam proses pengajuan tersebut, petugas akan memeriksa kelayakan bangunan tersebut, terutama dari segi struktur dan konstruksinya. Nah begitulah cara mengurus imb yang tepat, semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *